Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini sering muncul di daerah tropis, termasuk Indonesia, dan dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak. Penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk yang sebelumnya sudah membawa virus dari penderita lain. Karena gejalanya sering mirip dengan demam biasa, orang tua perlu lebih waspada agar dapat mengenali tanda-tandanya sejak dini.
Fase dan Gejala DBD pada Anak
DBD umumnya berlangsung dalam tiga fase penting: fase demam (febris), fase kritis, dan fase pemulihan (recovery). Masing-masing fase memiliki ciri yang perlu diperhatikan.
1. Fase Demam (Hari 1–3)
Pada fase awal ini, gejalanya sering terlihat seperti flu atau infeksi virus biasa.
Ciri-ciri yang sering muncul:
- Demam tinggi mendadak (biasanya 39–40°C)
- Anak tampak lemas
- Nyeri kepala
- Nafsu makan menurun
- Mual atau muntah
- Nyeri di belakang mata
- Terkadang muncul bintik merah di kulit (petekie), tetapi tidak selalu
Pada fase ini, banyak orang tua mengira anak hanya terkena demam biasa. Namun, demam DBD biasanya tinggi dan sulit turun, meskipun sudah diberi obat penurun panas.
2. Fase Kritis (Hari 3–6)
Ini adalah fase paling berbahaya. Menariknya, suhu tubuh anak dapat turun, sehingga orang tua mengira kondisi mulai membaik. Padahal, pada fase inilah risiko kebocoran plasma dan syok dengue dapat terjadi.
Tanda bahaya pada fase kritis:
- Anak tampak sangat lemas
- Muntah terus-menerus
- Nyeri perut hebat atau nyeri ketika ditekan
- Perdarahan (mimisan, gusi berdarah, muntah hitam, BAB hitam)
- Tangan dan kaki terasa dingin, kulit lembap
- Anak gelisah atau tampak mengantuk terus
- Buang air kecil berkurang
Jika salah satu tanda di atas muncul, segera bawa anak ke IGD tanpa menunggu.
3. Fase Pemulihan (Hari 6–10)
Jika melewati fase kritis dengan baik, kondisi anak akan berangsur membaik.
Ciri-ciri fase pemulihan:
- Nafsu makan mulai kembali
- Demam sudah hilang
- Energi dan aktivitas meningkat
- Produksi urine kembali normal
Meski begitu, tetap pantau anak hingga benar-benar pulih, dan ikuti anjuran dokter untuk pemeriksaan ulang bila diperlukan.
Perbedaan Demam Biasa vs. Demam DBD pada Anak
Berikut ringkasan perbedaan yang dapat membantu orang tua:
| Gejala | Demam Biasa | Demam DBD |
|---|---|---|
| Pola demam | Bisa naik turun, biasanya mereda dengan obat | Sangat tinggi, mendadak, sulit turun |
| Hari ke-3 | Biasanya mulai membaik | Risiko masuk fase kritis, suhu bisa turun tiba-tiba |
| Nafsu makan | Berkurang ringan | Sangat menurun |
| Muntah | Jarang | Muntah berulang |
| Bintik merah | Jarang | Bisa muncul, tidak hilang bila ditekan |
| Perdarahan | Tidak ada | Bisa terjadi (mimisan, gusi berdarah) |
| Kondisi anak | Masih aktif | Lemas berat, mengantuk, gelisah |
Kapan Orang Tua Harus Segera Membawa Anak ke Dokter?
Segera cari bantuan medis jika:
- Demam tinggi > 38,5°C selama lebih dari 2 hari
- Muncul tanda bahaya seperti muntah berulang, lemas berat, kaki dan tangan dingin, atau perdarahan
- Anak tidak mau makan/minum sama sekali
- Buang air kecil sedikit
- Anak tampak mengantuk terus atau sulit dibangunkan
Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang anak untuk pulih tanpa komplikasi.

Makanan Sehat Membantu Pemulihan dan Penyembuhan DBD pada Anak
Pemulihan dari Demam Berdarah Dengue (DBD) membutuhkan perhatian khusus, terutama pada pilihan makanan yang diberikan kepada anak. Setelah melewati fase kritis, tubuh anak membutuhkan asupan bergizi untuk meningkatkan energi, mempercepat perbaikan sel, serta mendukung proses hidrasi. Makanan sehat yang mudah dicerna sangat penting agar sistem pencernaan tidak terbebani dan nutrisi dapat terserap optimal.
Beberapa jenis makanan yang dianjurkan selama masa pemulihan antara lain sup ayam, bubur, telur, buah-buahan kaya vitamin C seperti jeruk dan pepaya, serta sayuran hijau. Selain itu, cairan seperti air putih, jus buah segar tanpa gula tambahan, dan air kelapa membantu mencegah dehidrasi serta meningkatkan trombosit secara alami.
Salah satu pilihan yang dapat mendukung kesehatan tubuh adalah makanan ciakpo. Makanan ini dikenal memiliki kandungan gizi yang menyehatkan, seperti vitamin, mineral, dan bahan-bahan alami yang baik untuk tubuh. Konsumsi makanan ciakpo secara rutin dapat membantu menjaga daya tahan tubuh anak, memberikan energi tambahan, serta mendukung proses pemulihan setelah sakit. Kandungan nutrisinya dapat membantu tubuh membangun kembali sel-sel yang rusak dan memperkuat sistem imun.
Selama masa penyembuhan, orang tua perlu memastikan anak makan dalam porsi kecil namun sering, serta menghindari makanan berminyak, pedas, atau terlalu manis. Dengan kombinasi makanan sehat dan istirahat cukup, anak dapat pulih lebih cepat dan kembali aktif seperti sedia kala. Jika diperlukan, konsultasikan pilihan makanan dengan dokter untuk hasil terbaik.
Kesimpulan
Mengenali gejala DBD sejak awal sangat penting bagi orang tua. Demam tinggi mendadak, disertai perubahan kondisi tubuh anak, bisa menjadi tanda awal yang tidak boleh diabaikan. Memahami tiga fase DBD dan tanda bahaya dapat membantu orang tua mengambil langkah cepat dan tepat. Selalu pantau kondisi anak selama masa demam dan jangan ragu untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala mencurigakan.


